*author pov*
Sesampainya dirumah sakit, dadaku makin berdebar. Semakin cepat seakan-akan ada bom waktu yang menunggu untuk meledak. Kurasakan keringat dingin mengucur deras di dahi ku. Badan ku gemetar saat akan membuka pintu kamar bernomor 501 di depanku, tempat dimana taemin terbaring.
“ taemin~ah, hiks..hiks.. apa yang terjadi ??” ucapku terisak dan tanpa kusadari airmata ku sudah membasahi pipi. Sesosok namja bertubuh tegap sontak menarik ku ke dalam pelukannya, kurasakan hangat rengkuhannya yang membuat ku semakin histeris.
Setelah dirasanya tangis ku agak mereda namja itu menuntunku mendekati taemin yang sedang tertidur tak sadarkan diri. “ apa yang terjadi ?” Tanya ku pada namja yang masih memeluk ku dari belakang.
“ sebuah mini bus menabrak motor yang dikendarainya dan membuatnya menabrak bahu jalan dan terbentur aspal jalan..”
Ku tatap wajah taemin yang pucat dengan selang infuse ditangannya dan perban yang membalut kepalanya. Aku mendekat ke ranjangnya.
“ bangun taemin, buka matamu. Jangan membuat ku takut, BANGUN PABOO!!!!” teriak ku histeris lalu terduduk di kursi samping ranjang tempatnya terbaring. Menangis.
Tak terasa aku tertidur disebelah taemin yang tertidur, alunan nafasnya membuat ku terhipnotis.
Kurasakan ada yang menyentuh pundak ku, saat ku menoleh ku lihat hyuk jae berdiri disamping ku dengan membawa sebuah minuman hangat.
“ minumlah..” perintahnya sambil menyodorkan sebuah coklat hangat ke hadapan ku.
“ setelah ini akan ku antar kau pulang..” lanjutnya.
- - - -
Sepertinya baru saja aku bias memejamkan mataku setelah semalaman memikirkan keadaan taemin. Tiba-tiba alarm sudah berbunyi, eh bukan itu handphone ku. Dengan malas ku ambil handphone yang berada di atas nakas, kulihat ID dilayarnya ‘Lee Hyuk Jae’
“ yoboseo.. “
“……”
“ jeongmal? Ne, aku akan segera bersiap..”
*hyuk jae pov*
Taemin sudah siuman. Ini sungguh keajaiban. Aku harus segera memberitahu min rin~ah. Ku ambil handphone ku disaku celana dan ku tekan nomer telfonnya.
“ yoboseo..” jawanya di ujung sana.
“ min rin~ah, segeralah bersiap aku akan menjemputmu. Taemin sudah siuman..” ucap ku gembira.
“ jeongmal? Ne, aku akan segera bersiap..”
KLIK
Kenapa nada bicaranya selalu terlihat begitu gembira jika membicarakan tentang taemin, sedangkan jika bersama ku dia tidak begitu antusias.
Aaakh…kenapa aku jadi cemburu pada dongsaeng ku sendiri. Tidak mungkin kalau min rin~ah mencintai taemin,, tapi bagaimana jika sebaliknya??
Ingat hyuk jae, kalian akan menikah akhir bulan ini, rutuk hyuk jae.
“ kenapa kau masih disini hyukie ?” Tanya chullie umma
Aish, kenapa aku sampai lupa. Aku kan harus segera menjemput kekasih ku. “ ah, ne umma. Hyuk jae berangkat ne..” . umma hanya mengangguk.
*hyuk jae pov end*
*author pov*
Aish, kemana hyukie. Kenapa dia lama sekali. Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan taemin.
TIINN TIIINNN
‘ah, itu dia’ batinku. “umma, min rin berangkat ne~” teriak ku dari ruang tamu sambil memakai sepatu berwarna krem kesukaan ku dan berlari ke luar menghampiri hyukie yang berdiri disamping bugatti sport merahnya.
“ aish, kenapa kau lama sekali hyukie~ya..”
“ mianhae chagi, kau tahu kan jalanan seoul cukup padat jika pagi hari..”
Ah, dia tersenyum seperti biasanya. Entah kenapa aku selalu merasa berdebar jika melihat senyumnya.
- - - -
Setelah sampai dirumah sakit, aku langsung keluar dari mobil hyukie dan akan berlari kedalam. Langkahku terhenti ketika hyuk jae berteriak dari dala mobil, “ tunggu aku chagi..” .
Aku pun berhenti dan menunggunya di koridor paling depan rumah sakit. ‘lama sekali’ pikirku.
Tiba-tiba sebuah tangan melingkar di pinggang ku dan sedikit berbisik “ sepertinya kau begitu khawatir pada taemin ?”
“ hyukie~ya, taemin itu sahabatku. Tentu saja aku senang jika dia sudah siuman..”
“ apa mungkin kau mencintai taemin ? “ tanyanya
DEG
DEG
DEG
“pertanyaan ma..cam a..pa itu hyukie~ya..” jawabku terbata seraya melepas pelukannya di pinggang ku dan berbalik menghadapnya. Kini kulihat matanya berair, seperti ada yang akan menyeruak keluar dari dalam sana.
“ karna kulihat kau begitu khawatir pada taemin, dari tadi malam yang kau tanyakan hanya bagaimana keadaannya….”
CHU~
Aku mem’poppo’nya sekilas supaya dia menghentikan ocehannya yang membuat ku risih.
Dia terdiam, masih mencerna apa yang barusan aku lakukan.
“ wae ? kau tak suka. Baiklah tidak akan aku ulangi lagi perbuatan ku yang seperti tadi..“ tanyaku sambil berjalan mundur menjauh. Ku lihat dia tersenyum lalu menarik ku dalam pelukannya.
“ saranghae min rin~ah..” ucapnya lembut.
“ na do, hyukie~ya .. “ jawab ku singkat membalas pelukannya
- - - -
“ annyeong..” sapaku ketika membuka pintu kamar tempat taemin dirawat.
“ annyeong min rin~ah. Kau sudah dating..” jawab chullie ahjumma. Aku tersenyum. Chullie ahjumma berjalan mendekati ku dan memeluk ku erat hingga ada yang berteriak iri.
“ umma, lama sekali kau memeluknya, beda sekali jika memeluk ku..” sahut taemin mempoutkan bibirnya lucu.
*author pov end*
tbc
Hahahaha…
Ditunggu next partny ya .. ^^