Annyeong~
Ini adalah ff abal-abal pertama ku, diharapkan comentnya ya ^^
disini author mencoba berkreasi dengan yang namanya blog ^^
Mianhae kalo ceritanya jelek dan banyak typo (s) ^^
Tittle : One more chance
Genre : Romance
Author : Ingar a.k.a Park Min Rin
Cast : Lee Taemin, Kim Kibum ( SHINee)
Lee Hyuk Jae ( Super Junior )
Park Min Rin
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
*min rin pov*
Seorang namja tengah terduduk lesu dibangku taman. Kim Kibum namanya. Dia teman ku sejak kecil. Aku sangat menyayanginya, bukan aku sudah jatuh cinta padanya. Aku hanya tinggal berdua dengan umma ku ditengah-tengah kota SEOUL yang padat ini. Appa ku .. ?! dia sudah meninggal dalam kecelakaan beberapa tahun yang lalu.
“ hei, kau melamun min rin~ah .. “ sapa seorang namja imut sambil menepuk pundak ku.
“ taemin~ah, kau selalu mengagetkan ku. Nappeun eoh .. ?!” kesal ku mencubit pinggangnya. Dia hanya tertawa.
“ kau masih mengkhawatirkannya ne .. ?!” Tanya taemin lalu menarik tangan ku untuk duduk di bangku taman yang agak jauh dari keramaian.
Aku terdiam disampingnya. Pikiran ku sibuk menerawang kejadian beberapa hari lalu. Hari dimana kibum merasa sangat terpukul karena kekasihnya kwon yuri memutuskan hubungan mereka.
*FLASHBACK*
“ chagi, kita harus mengakhiri hubungan kita ini.. “
“ wae..waeyo chagi .. ?!” Tanya kibum menggenggam tangan yuri.
“ aku akan bertunangan akhir minggu ini. Semua itu aku lakukan demi keluarga ku chagi, jadi kumohon kau mengertilah. Dan jangan menghubungi ku lagi setelah ini..” ucap yuri yang lalu pergi berlalu membiarkan kibum mematung ditempatnya berdiri masih mencerna kata-kata kekasihnya itu.
Aku dan taemin yang sedari tadi ada dibalik pohon memperhatikan mereka berdua keluar dan menghibur namja tersebut.
*FLASHBACK END*
Sejak hari itu senyum ceria diwajah kibum menguap, hilang entah kemana. Sedih rasanya melihatnya terpuruk. Namun, apa yang bisa aku perbuat. Aku memang mencintainya, tapi aku juga tidak bisa terus-terusan berharap pada harapan kosong itu.
“ ne, aku memang mengkhawatirkannya taemin~ah. Dia sahabatku, begitupun dengan dirimu. Aku pun akan mengkhawatirkan mu juga jika sesuatu terjadi padamu..”
“ apa kau masih mencintainya min rin~ah ?” Tanya taemin seraya menatap ku serius.
BUGG!!!
“ kau gila taemin~ah, kau kan tahu kalau aku akan menikah akhir bulan ini.. “ sahut ku sambil memukul taemin dengan majalah yang aku bawa.
Ya, akhir bulan ini aku akan menikah dengan Lee Hyuk Jae, yang tak lain adalah hyungnya taemin. Selama ini hanya taemin lah yang tahu bahwa aku menyimpan perasaan pada kibum. Padahal, kami sangat kompak semasa di sekolah dulu. Kami banyak diidolakan oleh para yeoja maupun namja. Kibum adalah seorang kapten basket yang cukup tampan hingga menjadi incaran para yeoja disekolah. Taemin yang seorang dancer yang cukuphebat karma selalu memenangkan setiap kompetisi dance yang di ikutinya. Dan aku, hanyalah seorang model freelance di agensi kakak ku, HnB Company.
“ heeemmm.. ne. Beruntung sekali hyung ku bisa menikah dengan mu.. “ jawabnya seraya mengacak rambut ku.
“ aish, berani sekali kau mengacak rambut yeoja yang akan menjadi noona mu “ gerutu ku.
- - - - -
*taemin pov*
Sebenarnya aku tidak rela jika harus melihatmu menikah dengan hyukie hyung. Aku sangat mencintaimu min rin~ah, namun kau tak tahu itu.
Hati ku sangat sakit saat kau mengungkapkan bahwa kau masih sangat mengkhawatirkan namja yang sama sekali tidak menyadari perasaan mu padanya.
*FLASHBACK*
“ sudah cukup kibum~ya kajja kita pulang..” ajak min rin
“ lepaskan tangan mu..” bentaknya menepis tangan min rin yang menyentuh pundaknya.
“ hei, apa yang kau lakukan. Kenapa kau begitu kasar pada min rin~ah, HAH!!!” teriak ku tak kalah keras.
Berani sekali dia menyakiti perasaan min rin. Wajar saja, dia tidak tahu kalau min rin~ah begitu khawatir dengannya setelah melihat apa yang barusan terjadi.
“ cih, kita pulang saja min rin~ah, kajja..” ku tarik tangan min rin~ah untuk pulang bersama ku. Tapi terhenti saat tangan kibum menarik lengan mu dan memeluk mu.
Hati ku sungguh sakit melihat pemandangan yang tersuguh di depan ku.
*FLASHBACK END*
“ taemin~ya kau melamun ??” tanya min rin sambil mengibaskan tangannya di depan wajah ku.
“ cih, masih lama min rin~ah. Sepertinya kau mulai mencintai hyung ku eoh ??”
“ aniyo, belum. Aku masih belajar. Waeyo kau cemburu ??” tanya min rin dengan menaikkan salah satu alisnya.
“ kalau aku cemburu, apa kau akan menikah dengan ku ??” jawab ku asal yang kemudian disambut dengan tawanya. Aku ikut tertawa melihatnya.
*temin pov end*
*min rin pov*
Aish, apa yang dia katakan. Kenapa jantung ku jadi berdegup cepat seperti ini.
Kau gila rin~ah, batin ku.
“ kita harus membuat kibum ceria kembali taemin~ah “
“ ne, tapi apa yang bisa kita perbuat ?” tanya taemin pada ku
“ molla, cepat temui dan hibur dia..” perintah ku
“ kau tidak ikut ?”
“ andwe, pergilah sendiri. Aku harus pergi dengan hyukie sebentar lagi..” jawab ku seraya menunjuk hyuk jae yang berjalan perlahan kearah ku dan taemin.
“ hash, dia itu selalu saja datang disaat yang tidak tepat..” gerutu taemin.
“ kajja chagi, kita berangkat..” seru hyuk jae. Aku tersenyum lalu mengeluarkan sesuatu berbentuk persegi berwarna biru muda dan berpita dari tas ku dan menyerahkannya kepada taemin.
“ berikan padanya ne..” pintaku
“ ah, hyung. Kau menggangu kencan kami saja..” sahut taemin yang disambut dengan jitakan di kepalanya oleh hyuk jae.
Pagi yang indah, duduk di teras rumah dengan ditemani secangkir coklat dan sepiring kue.
Ddrrrt…
Handphone ku bergetar ada sebuah message.
From : Lee Taemin
To : Park Min Rin
Chagi, datanglah ke taman kota sore ini.
Ada yang ingin aku katakana. Jangan terlambat ne.
From : Park Min Rin
To : Lee Taemin
Aish, apa-apaan itu. Memanggilku chagi.
Baiklah aku akan datang, tunggu aku ne.
Aku berjalan menyusuri taman kota mencari sosok bernama Lee Taemin. Aish, dimana dia batin ku. Karena tak kunjung ku temukan makluk(?) bernama taemin itu, akhirnya aku memutuskan untuk duduk di bangku taman, menunggunya.
10 menit
15 menit
20 menit
Aish, dia sudah terlambat sekali kali ini. Tak biasanya dia terlambat seperti ini.
Ddrrtt…
Handphone ku bergetar, ada telepon masuk..
“ yoboseo..”
“…..”
“ MWO..??! ne, aku segera kesana..”
Taemin~ah, apa yang terjadi padamu.. mataku mulai panas mendapat kabar kalau taemin masuk rumah sakit. Sesak. Dadaku rasanya sesak mendengar kau yang tidak sadarkan diri di rumah sakit..
Tbc
Hahahaha…
Ditunggu next part ya .. ^^